Vieronica , dosen dari Universitas Sriwijaya, ketika tugas belajar S2 di Universitas Indonesia selain mengisi hari harinya dengan kegiatan studi, juga bergabung dengan kegiatan sosial yang diprakarsai Yayasan Lantan Bentala. Salah satu kegiatan yang diikuti Mbak Viero, demikian saya menyapanya adalah belajar furoshiki dan turut memperkenalkannya. Saya senang memberikan arahan karena minatnya besar untuk belajar furoshiki ini. Kami di Yayasan Lantan Bentala mmperkenalkan furoshiki dengan sebutan Boenthelan.
Ketika kembali ke Palembang, Mbak Viero terus memperkenalkan furoshiki, sebagai alternatif pengganti memakai kantong plastik, kertas kado atau fungsi lainnya.
Sebagai tanda kasih dan terima kasih karena aku sudah memberikan ilmu furoshiki katanya, mbak Viero mengirimiku hadiah kain khas Palembang dan dibungkus dengan furoshiki yang indah. Pilihan artistik yang selalu kukenang. Lihat lah, cantik kan?